Senin, 31 Oktober 2011

"AGAR TUBUH LANGSING BERISI" by Rahimsyah AR

Langsing berisi
MINGGU, 30 OKTOBER 2011 - DENMAS PRIYADI BLOG - Untuk menjaga agar tubuh tetap langsing tetapi tidak kering seperti tinggal kulit pembalut tulang tetapi tampak segar, sehat dan tampak montok, maka cobalah resep dari madura ini.

Upayakan ketika anda minum, minumlah air putih secukupnya saja. Begitu pula setelah anda makan, minumlah beberapa teguk saja. Dengan sedikit minum, tubuh akan tetap langsing dan tidak akan terjadi kegemukan.

Akan tetapi untuk membuat tubuh anda tetap langsing, montok dan berisi, ambilah segelas teh pahit. Daun tehnya sebaiknya diperbanyak sebab jika diseduh dengan air panas akan menjadi teh pahit. Lalu ambilah jeruk nipis kemudian dibelah empat, buang isinya lalu diperas airnya. Masukkanlah air perasan jeruk nipis tersebut ke dalam gelas yang berisi teh pahit tadi. Minumlah teh pahit yang berisi jeruk tadi pada pagi hari setengah gelas, dan setengah gelas lagi diminum pada sore harinya. Sebaiknya diminum setelah anda berolah raga di pagi hari dan sore hari. Jika anda lakukan ini secara rutin, Insya Allah tubuh anda akan tetap langsing, berisi, montok dan tetap segar. Selamat mencoba! [<SP> ]

https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3704274585176628107-5288014019809583488?l=forumtemukangen.blogspot.com

Minggu, 23 Oktober 2011

MENINGKATKAN FITALITAS SEKS by Rahimsyah AR - PUSAKA JAWADWIPA

diposkan pada tanggal 22 Okt 2011 06:20 oleh DENMAS PRIYADI



SABTU, 22 OKTOBER 2011 - DENMAS PRIYADI BLOG - Setiap orang pasti mendambakan tubuh yang segar, dan kuat dalam aktifitas seksnya, terutama kaum pria. Untuk melestarikan hubungan suami istri yang harmonis dalam berumah tangga, selain kecukupan materi, juga diperlukan vitalias seks yang kuat, sehingga kendatipun melalukan kegiatan seks yang rutin, kesehatan akan tetap terjamin, tetap segar, dan higienis. Dan semua itu bisa kita peroleh dengan mengkonsumsi ramuan obat tradisional berikut:

* 2 butir kuning telur ayam kampung
* 3 batang pete Cina
* 1 sendok makan madu asli
* 30 butir merica hitam

Cara membuatnya:

* Kuning telur diaduk sampai menjadi cair.
* Merica hitam dan Pete Cina yang sudah dijemur sampai kering dicampur dan digerus sampai halus.
* Aduklah menjadi satu sampai merata, kuning telur, merica hitam, pete Cina, dan madu asli tersebut.
* Kemudian minumlahlah ramuan tersebut sampai habis,tuntas, tanpa tersisa sedikitpun.

Insya Allah, jika anda mengkonsumsi ramuan tersebut secara teratur, kesehatan anda akan selalu terjaga, meskipun anda melakukan hubungan seks berulang-berulang.

Jumat, 21 Oktober 2011

Makam Purba Ditemukan di Situs Stadion Asian Games 2014 - Yahoo!

Kuburan kuno
Seoul (ANTARA/Yonhap-0ANA) - Satu survei sejarah di situs yang ditujukan untuk stadion utama Asian Games Incheon 2014 telah menemukan satu kuburan kuno, kata lembaga riset swasta pada Kamis. 


Lembaga Riset Properti Budaya Seokyeong yang berbasis di Incheon, yang melakukan survei, mengatakan menemukan 39 kuburan komunal yang berasal dari kerajaan kuno Korea Baekje (SM 18 - AD 660) yang ditemukan di lokasi konstruksi yang diusulkan di Incheon, 40 kilometer barat daya Seoul. 


Survei Lembaga ini ditugasi oleh pemerintah untuk memeriksa apakah ada sifat kultural di situs tersebut.
Di kuburan itu telah digali parit persegi di sekitarnya yang juga dimaksud sebagai batas dengan daerah sekitarnya, kata lembaga. 


Riset juga menemukan sekitar 1.000 artefak, termasuk reruntuhan pondok ruang istirahat yang berasal dari Dinasti Joseon (1392-1910), tambahnya.

Minggu, 16 Oktober 2011

"ARJUNA BERWATAK DENGKI DAN SOMBONG" by Slamet Priyadi


Golek Arjuna
MINGGU, 16 OKTOBER 2011 - PUSAKA LELUHUR - Apabila kita mengkaji kisah pewayangan, maka itu tak akan lepas dari kajian tentang sifat, watak dan karakter manusia di marcapada ini. Berkait dengan hal tersebut maka marilah kita membahas salah satu tokoh pewayangan, Arjuna.  Dalam cerita pewayangan Arjuna dikenal sebagai seorang tokoh kesatriya sejati. Ceritanya sarat dengan ajaran-ajaran moral. Lalu kalau kita kaji secara mendalam, dalam dunia pewayangan, ternyata tidak ada satu tokohpun yang memiliki watak, sifat, dan karakter yang sempurna. Tak terkecuali tokoh Arjuna. Arjuna meskipun ia dikenal sebagai tokoh kesatriya sejati, ia juga memiliki kelemahan-kelemahan, yaitu sifat sombong dan iri hati. Arjuna mempunyai watak sombong, angkuh dan selalu membangga-banggakan atas kelebihan, kepintaran dan kemahiran serta kesaktian yang dimilikinya. Selalu iri hati melihat kepintaran dan kemahiran orang lain, apalagi kepintaran dan kemahirannya itu melebihi dirinya. Sebagai ilustrasi mari kita ikuti kisah berikut.

Suatu ketika Sang Begawan Dorna dan murid kesayangannya Sang Arjuna, dan seekor anjing, beserta murid-murid Dorna yang lain pergi berburu ke hutan. Diceritakan dalam perburuan tersebut anjing yang dibawa Arjuna tersesat ke dalam hutan yang secara kebetulan di hutan tersebut ada pemuda gagah dan tampan bernama Bambang Ekalaya, seorang Pangeran dari Nisida yang sedang berlatih memanah. Ketika anjing milik Arjuna mendapati ada seseorang sedang berlatih memanah, anjing tersebut menyalak-nyalak dan menggonggong keras sekali sehingga konsentrasi Bambang Ekalaya terganggu. Merasa sangat terganggu oleh gonggongan anjing tersebut, lalu Bambang Ekalaya mencabut anak panahnya. Tanpa melihat di mana posisi anjing tersebut, dan hanya berdasar arah suara gonggongannya, Bambang Ekalaya kemudian melepaskan anak panahnya ke arah suara gonggongan anjing, dan mengenai mulut anjing tepat di moncongnya sehingga anjing tersebut tak bisa menyalak lagi lalu berlari menemui tuannya, Sang Arjuna. Mendapati anjingnya kesakitan karena mulutnya terkena tujuh anak panah, Arjuna gusar, marah dan keheranan. Dalam hati ia bertanya-tanya, “Siapakah orang yang telah memanah anjingnya dengan begitu mahirnya”, kemudian Arjuna mencari dan menjumpai Bambang Ekalaya. Dengan perasaan gusar dan kagum ia bertanya kepada Bambang Ekalaya, 

“Siapakah yang telah mengajarimu memanah sampat setangkas dan semahir ini?”. Sambil menunjuk ke arah moncong anjingnya yang masih Nampak kesakitan. Bambang Ekalaya menjawab, 

“Aku belajar dari Guru Dorna, meskipun tak belajar secara langsung, tetapi aku belajar dengan tekun melatihnya berulang-ulang sampai aku bisa semahir ini!” Jawab Bambang Ekalaya tanpa rasa gentar sedikitpun terhadap Arjuna. 

Mendengar jawaban tersebut serta melihat dengan mata kepala sendiri ketangkasan memanah Bambang Ekalaya, Arjuna penasaran dan timbul keinginannya untuk menantang beradu ketangkasan memanah kepada Bambang Ekalaya. Diceritakan dalam adu ketangkasan memanah tersebut berakhir dengan kekalahan Arjuna.
Menerima kekalahan ini Arjuna kemudian menemui gurunya, Begawan Dorna, lalu mengungkapkan rasa kecewanya dan kekalahannya itu kepada gurunya. Arjuna menuduh dan menyalahkan gurunya kalau gurunya telah berlaku tidak adil dan pilih kasih dalam mengajarkan ilmu memanah, terbukti masih ada orang lain yang telah melampaui dan melebihi kepandaiannya dalam memanah. Mendengar tumpahan rasa kesal dan kekecewaan dari satu-satunya murid kesayangannya ini, kemudian Begawan Dorna menjumpai Bambang Ekalaya. Seraya berkata, 

“kalau kau benar-benar mengakui aku sebagai gurumu, cucuku, Bambang Ekalaya, coba buktikan kesetiaanmu dan kepatuhanmu terhadap gurumu ini dengan memotong ibu jari tanganmu yang sebelah kanan itu!” 

Dalam cerita pewayangan Bambang Ekalaya dikenal seorang yang sangat menghormati dan mengagumi gurunya, dengan perasaan tenang dan tak gentar sedikitpun Bambang Ekalaya mematuhi perintah gurunya, kemudian memotong ibu jari tangannya yang sebelah kanan, lalu potongan ibu jarinya itu diserahkan kepada gurunya, ini dilakukan dengan perasaan ikhlas. Dengan keadaan semacam ini otomatis kepandaian memanah Bambang Ekalaya tak ada artinya lagi bagi Arjuna, dan Arjuna sangat senang akan hal tersebut karena tak ada lagi yang bisa menyaingi dan mengalahkan kepandaian ilmu memanahnya.

Apabila kita kaji uraian tersebut di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa sangkaan dan tuduhan Arjuna kepada gurunya, Begawan Dorna yang menganggap telah pilih kasih dan berlaku tidak adil adalah ungkapan watak iri hari dan dengki terhadap kelebihan orang lain yang bisa melampaui dirinya. Lain daripada itu, Arjuna juga dikenal tokoh kesatriya yang berwatak angkuh, sombong dan selalu membangga-bangakan kesaktian yang dimilikinya. [ Pustaka: Karakter Tokoh Pewayangan Mahabarata, Sri Guritno-Purnomo Soimun HP, Direktorat tradisi dan Kepercayaan Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya dan Pariwisata, Jakarta 2002 ]

Sabtu, 15 Oktober 2011
Slamet Priyadi di Lido - Bogor

Sabtu, 15 Oktober 2011

*Agar Vagina Harum* by Rahimsah AR


Sabtu, 15 Oktober 2011 - Warisan Dari Leluhur - Banyak hal yang mungkin menyebabkan wanita memiliki vagina berbau kurang sedap. Hal ini disebabkan dari cara memelihara kebersihan vagina yang kurang baik, atau bisa juga disebabkan oleh penyakit keputihan. Bagi wanita yang mempunyai permasalahan seperti ini, tidak perlu resah dan khawatir! Berikut adalah resep dari Bung Rahimsah AR yang cukup mujarab untuk membuat vagina menjadi harum.

1. Petiklah 10 helai daun sirih yang besar dan sudah menguning. Bersihkan, kemudian rebuslah dengan 2 gelas air belimbing, belimbing sayur ataupun belimbing biasa.

2. Tunggu rebusan daun sirih dan belimbing tersebut sampai menyusut hingga tersisa kira-kira 1 gelas. Setelah mendidih angkat dan tuang ke dalam gelas.

3. Minum air rebusan daun sirih dan belimbing tersebut apabila sudah terasa hangat-hangat kuku.

Minumlah air rebusan tersebut secara teratur, setiap hari pagi dan sore. Saya jamin vagina anda tidak akan berbau lagi, bahkan menjadi wangi dan harum. [Pustaka: Aneka Resep Ramuan Obat Kuno Yang Mujarab, MB Rahimsyah AR, Bintang Usaha Jaya-Surabaya]

Diposting oleh Denmas Priyadi
Sabtu, 15 Oktober 2011 di Lido - Bogor

Rabu, 12 Oktober 2011

"NATA NEGARA" by Ki Soekarwo


Selasa, 11 Oktober 2011 - Padepokan Tajul Muluk - Dokumen Teles saking alas purwa sampun dipun teraken dateng Pucuk Wilis. Dalam Dokumen Teles niku wonten cap jempol kiri, utawi dicap jempol kiri. Dokumen teles saking daun pisang dilampiri dokumen kertas. Sinten mawon engkang cap jempol kiri nipun sami kaleh cap jempol kiri wonten dokumen teles nggih niku Satriya Piningit engkang pinilih alam, engkang saget menyelesaikan permasalahan amanah nata negara berdasarkan Pancasila.
(Kiriman dari Ki Soekarwo - Padepokan Tajul Muluk - Madiun pada hari Selasa, 11 Oktober 2011 jam: 4.48'00 WIB)